Kamis, 19 Februari 2015

diam

hening tanpa suara 
udara pun bergemuruh 
ombak liar yg sanggat sangat 
menggaduh mulai reda
malampun mulai datang

diam ku merasa ada yg berbeda 
ku merasa aku hanya orang aneh 
yg dilati oleh orang banyak knp? 
saat ini memang aku ingin sndiri 
sambil melihat pasang surut nya ombak laut 

dingin 
dingin menerpa 
udara di luar ini semakin dingin 
udara memang tidak bisa diajak kompromi
saat malam mulai tiba
pasang surut air lau yang sekarang menenang

membuat ku ingin saja diam menikmati laut
tanpa beranjak dari sini
wlau memang benar ada nya aku sedang direnung kesedihan
tetapi aku mulai tersenyum sambil bilag aku sedang menikmati hidup dlam
diam dan ketenangan.

mungkin kau tak akan mengerti mengapa aku membuat puisi ini

sebuah kata untuk ibu

sebuah kata yang membuatku tertawa
sebuah kaliamat yang bisa ku rasakan 
andai saja aku tau 
bahwa aku bukan lah seorang permaisuri 
bukan juga seorang putri dari kerajaaan mana entah dimana 
aku berasal.

aku hanya gadis biasa yang hanya bisa dia duduk di pangkuan ibu ku 
yang selalu aku ceritakan setiap suka dan duka ku 
yang selalu tertawa walau hanya sebuah kata kata garing yang tidak bermakana 
tetapai dia selalu mengerti bahwa aku sedang bahagia 
sedang bercanda sedang tertawa 
aku merasa seorang putri dalam istana serba indah
didalam pangkuan ibu ku ku selalu memeluk nya 
dia mengerti bahwa aku menyayangi nya dia mengerti bahwa aku ingin bersama nya 
dia selalu mengertiku saat aku sedang dalam kesedihan 

dia selalu memahami walau memang dia tidak tahu betul menagapa aku murung 
tetapi dia sealu coba untuk mengerti diriku da memahami diriku 
walau aku hanya seorang anak yang malas beljar dan susah diatur teteapi dia selalu memahami ku 
dan selalu bilang 'pemalas sekali anak ibu' itu kata kata yang keluar dari mulut manis nya 
yang selalu mengomel jika nilai ku jeblok
yang selalu ngomel jika aku bangun kesiangan
yang selalu memuji ku bila aku dialanda kesusahan 
tetapi aku tetap sayang dia sebagai orang tua yang aku sayangi.
dan hanya dia yang mengerti keluh kesah ku sebagai siswa di sekolah 
aku cinta padanya.aku syang ibu ku.terimakasih ibu.

Selasa, 24 Juni 2014

puisi

Dia 

Sesosok manusia
yang aku harap dia tak pernah ada 
di kehiduan ku mau pun di khayalan ku
disini aku mulai memikirkan nya 
Dia 
orang yang dullu selalu membuat ku tertawa
sekarang dia hilang entah dia dimana.
sekarang aku sendiri memikir kan sebuah untaian
Selembar kertas putih dalam khayalan 
entah itu sebuah mimpi terbesar atau hanya 
sebuah impiian yang belum tecapai ?
aku tak tau
Dia
andai kan dia hanyalah sebuh bungga tidur di sini
di dalam mimpi ini dan bumi ini! 
mungkin dia hanyalah imajisansi ku ya mungkin